Minggu, 03 Juni 2012

malaria

Malaria merupaka penyakit infeksi parasit yang disebabka oleh plasmodium yang menyerang eritrosit dan ditandai dengan ditemukannya parasit didalam darah. Selain menginfeksi manusia parasit ini juga menghinfeksi golongan burung, reptil dan mamalia. 

DAUR HIDUP PARASIT MALARIA

Beberapa jenis malaria yaitu plasmodium falciparum, plasmodium malariae, plasmodium vivax dan ovale. Infeksi malaria pada manusia mulai bila nyamuk anopheles  betina menggigit manusia dan nyamuk akan melepaskan parasit-parasit  ke dalam pembuluh  darah dimana sebagian besar dalam waktu 45 menit akan menuju ke hati dan sebagian kecil sisanya akan mati di darah. Parasit akan berkembang di dalam hati yang akan merubah bentuk dan menyebar di seluruh pembuluh darah, dan pada plasmodium vivax dan ovale  akan menjadi bentuk yang dapat bertahan bertahun-tahun yang memungkinkan terjadinya malaria berulang.

Setelah berada didalam darah parasit akan masuk ke dalam eritrosit, memakan enzim darah dan berkembang biak membentuk beberapa parasit yang lebih kecil lagi. Pada suatu saat sel darah merah tersebut akan pecah dan mengeluarkan 6-36 parasit / satu sel darah merah, yang akan menginfeksi sel darah merah lainnya. Parasit-parasit ini akan beredar didalam darah menginfeksi sel darah lainnya atau bila terdapat nyamuk yang sesuai, parasit-parasit tersebut akan berkembang biak di dalam badan nyamuk dan membentuk parasit seperti pertama lagi. 

Dalam perjalanan hidup parasit didalam pembuluh darah yang menyebabkan timbul gejala-gejala malaria. Pada saat malaria didalam darah, ada sebagian malaria yang dihancurkan oleh organ limpa, menyebabkan organ limpa menjadi lebih besar dari normal. Pecahnya sel darah merah dalam jumlah yang banyak akan menyebabkan kekurangan darah (anemia). Reaksi tubuh terhadap parasit, dan racun-racun yang dikeluarkan parasit menyebabkan timbul keluhan peradangan seperti demam, lemas badan, dsb.


DIAGNOSIS

Diagnosis malaria dapat mendekati dengan anamnesa yang tepat, seperti asal penderita, apakah pernah berada di daerah endemik malaria, riwayat berpergian ke daerah endemik malaria, riwayat pengobatan.

Pemeriksaan tetes darah merupakan pemeriksaan yang paling mudah dan dapat menegakkan secara tepat kasus malaria. Pemeriksaan  malaria sebaiknya dilakukan di laboratorium dengan cara tetesan darah tebal atau tetesan darah tipis. Apabila didapatkan satu kali hasil negatif belum dapat menghilangkan kemungkinan malaria, apabila dilakukan 3 kali pemeriksaan dan hasil negatif, diagnosis tidak ada malaria dapat di tegakkan.

Pemeriksaan lain dapat berupa tes antigen P-F test (antigen plasmodium falciparum), tes serologis, dan tes DNA


PENCEGAHAN DAN VAKSI MALARIA

Tindakan pencegahan terutama untuk mereka yang tidak berasal dari daerah endemis malaria (diperkirakan tidak memiliki imun terhadap malaria), tindakah yang paling mudah dapat berupa :
•    Tidur dengan kelambu
•    Menggunakan obat pembunuh nyamuk
•    Mencegah berada di alam bebas (nyamuk sering menggigit antara pukul 18.00 – 06.00)
•    Menggunakan kawat anti nyamuk di jendela kamar

Kemoprofilaktik dapat digunakan dengan mengkonsumsi obat klorokuin 2 tablet (250 mg) tiap minggu, selama 1 minggu sebelum berangkat dan dilanjutkan sampai 4 minggu setelah tiba kembali. Pada daerah resisten klorokuin dapat menggunakan doksisiklin 100 mg/hari atau mefloquin 250 mg/minggu atau klorokuin 2 tablet/minggu + proguanil 200 mg/hari. Obat lain yang dapat di gunakan sebagai pencegah yaitu primakuin dosis 0,5 mg/kgBB/hari (Etaquin, atovaquone / proguanil dan azitromycin).

Vaksin malaria sampai saat ini masih di kembangkan dan diteliti efektifitasnya karena banyaknya antigen yang terdapat pada plasmodium.

Sumber:
http://dinkes.tasikmalayakota.go.id/index.php/informasi-penyakit/200-malaria.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar